Bukan Guru yang Salah Karya : Eva Handayani Hari–hariku di sekolah dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan organisasi. Ditambah lagi aku mengikuti bimbel diluar sekolah. Rasanya berat bagiku, aku ingin sekali memiliki satu hari khusus istirahat yang dihadiahkan untukku, untuk terbebas dari rutinitas sekolah. Namun itu sungguh sulit untuk menjadi kenyataan saat ini. Mulai hari senin hingga minggu tak ada satu hari yang bebas dari kegiatan belajar, jika tidak disekolah dengan kegiatan organisasi, ya aku mengikuti bimbel diluar sekolah sepulang sekolah. Aku adalah salah satu siswa yang kos didekat sekolah. Jika sudah berbulan-bulan tidak pulang kerumah kedua orang tua rasanya rindu sekali. Otak seperti dikuras habis untuk memikirkan sekolah, bimbel, kebutuhan, tugas dan seabrek catatan-catatan yang harus aku pikirkan untuk hidupku. Seakan-akan otak ini mendidih, layaknya air yang direbus pada suhu seratus derajat. ...
Hijrah Menuju Hijab Eva Handayani Nesha duduk termenung di pinggiran lapangan basket yang masih digunakan untuk berlatih team basket SMA nya. Nampak dari raut wajahnya ia sedang menanti seseorang yang sangat berarti baginya. Tiba-tiba matanya terarah ke seseorang berpostur tubuh tinggi dan berwajah yang lumayan tampan. Matanya tak berkedip sekalipun, dari belakang Nesha datanglah 2 orang yang sedang ia tunggu, mereka adalah sahabat Nesha. “ Wah tampan sekali pemuda itu” kata salah satu sahabatnya “Jangan kedip, pandangan pertama masih halal” kata salah seorang sahabatnya yang lain. “Iya, mumpung belum kedip kita nikmati saja pemandangan yang indah ini” jawab Nesha Ternyata orang yang ia pandangi adalah salah satu pemain basket dari team SMAnya. Pandangan mereka pun berlangsung hingga terlintasnya sesosok wanita cantik dengan seragam sekolah yang menutupi auratnya, telah mengagetkan Nesha dan 2 orang sahabatnya sehingga mereka tanpa sadar mengedipkan mata. “ Hey kalian ng...